Kisah Nabi Muhammad SAW dimulai dari kelahirannya di Mekkah pada tahun 570 M dalam keluarga Bani Hasyim yang terhormat, namun menjadi yatim piatu sejak usia dini. Beliau diasuh kakek dan pamannya, tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan terpercaya (Al-Amin), serta berdagang bersama istrinya, Khadijah. Pada usia 40 tahun, beliau menerima wahyu pertama melalui Malaikat Jibril di Gua Hira, menandai awal kerasulan dan dakwahnya untuk menyebarkan agama Islam.
Masa kecil dan remaja
Lahir dan yatim piatu: Nabi Muhammad lahir di Mekkah pada tahun gajah, namun ayahnya telah meninggal dunia saat beliau masih dalam kandungan. Ibunya, Aminah, meninggal saat beliau berusia enam tahun, menjadikannya seorang yatim piatu.
Diasuh kakek dan paman: Beliau kemudian diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib, lalu pamannya, Abu Thalib.
Perjalanan dagang: Menjelang usia 25 tahun, beliau bekerja sebagai pedagang untuk Khadijah dan berhasil dalam usahanya, yang kemudian berujung pada pernikahan mereka.
Gelar Al-Amin: Sebelum diangkat menjadi nabi, beliau sudah dikenal sebagai pribadi yang sangat jujur, dapat dipercaya, dan memiliki integritas, sehingga mendapat gelar "Al-Amin" (yang terpercaya) dari masyarakat Mekkah.
Masa kenabian
Menerima wahyu: Saat mendekati usia 40 tahun, beliau mulai menyendiri untuk beribadah dan merenung di Gua Hira. Di sanalah beliau pertama kali menerima wahyu dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril, yaitu QS. Al-'Alaq ayat 1-5, yang menjadi awal dari tugas kenabiannya.
Dakwah: Setelah menerima wahyu, beliau mulai berdakwah secara diam-diam di kalangan keluarganya dan secara terang-terangan kepada masyarakat Mekkah untuk mengajak menyembah satu Tuhan.
Menghadapi tantangan: Dakwahnya mendapat banyak pertentangan dan penolakan dari kaum Quraisy yang menganut kepercayaan lama.
Hijrah ke Yatsrib (Madinah): Karena penolakan yang semakin keras, beliau akhirnya berhijrah bersama para pengikutnya ke Yatsrib, yang kemudian dikenal sebagai Madinah. Peristiwa ini menjadi penanda dimulainya penanggalan Hijriah.
Menyatukan Arab: Selama hidupnya, Nabi Muhammad berhasil menyatukan sebagian besar wilayah Arabia di bawah satu agama dan kepemimpinan, serta memperkuat ajaran Islam di berbagai bidang.
Kehidupan pribadi
Kesederhanaan: Nabi Muhammad menjalani kehidupan yang sangat sederhana, bahkan saat sudah menjadi pemimpin. Beliau selalu mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri dan hidup tanpa kemewahan.
Ibadah dan akhlak: Beliau sangat taat beribadah dan tidak pernah meninggalkan salat, bahkan saat sakit. Kehidupan pribadinya mencerminkan akhlak yang mulia dan keteladanan yang tinggi, seperti jujur (sidik), dapat dipercaya (amanah), cerdas (fathonah), dan menyampaikan kebenaran (tabligh).
Wafat
Wafat di Madinah: Nabi Muhammad SAW wafat pada usia 63 tahun, pada hari Senin, 12 Rabi'ul Awwal tahun 11 Hijriah, di Madinah.
Biodata
Nama lengkap : Siti Roudotul Jannah
Kelas : 9f
Cita-cita : Hafidzah



